PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KUNYIT TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PENDERITA BRONKITIS DI DESA SUKA RAYA TAHUN 2026
Abstract
Penderita Bronkitis di Desa Sukaraya, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif yang ditandai dengan batuk tidak efektif, ketidakmampuan mengeluarkan sputum, serta adanya suara wheezing dan mengi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan kunyit terhadap masalah tersebut. Jenis penelitian adalah kuantitatif pra-eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 15 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian air rebusan kunyit, seluruh responden mengalami bersihan jalan napas tidak efektif (100%). Setelah diberikan air rebusan kunyit, terjadi peningkatan kondisi jalan napas menjadi efektif pada 8 responden (53,3%). Hasil uji statistik t-test menunjukkan nilai P = 0,000 < α = 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian air rebusan kunyit terhadap bersihan jalan napas pada pasien bronkitis.
References
Andini, R., & Pratama, A. (2023). "Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Paru di Masyarakat". Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 45-52.
Dalimartha, S. (2021). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia: Manfaat dan Khasiat Tanaman Herbal. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Dewi, P. S., & Wijaya, I. (2023). "Analisis Kandungan Senyawa Aktif pada Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dalam Penanganan Inflamasi Saluran Napas". Jurnal Fitofarmaka dan Kesehatan, 6(3), 201-209.
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2022). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 14. Singapura: Elsevier.
Hidayat, R. (2024). Manajemen Terapi Komplementer pada Penyakit Tidak Menular. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). (2023). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Pratama, B. (2023). "Pengaruh Pemberian Terapi Non-Farmakologi terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Respiratori". Jurnal Keperawatan Indonesia, 8(2), 88-95.
Sari, M. K. (2022). Fitokimia dan Farmakologi Bahan Alam. Bandung: Widina Bhakti Persada.
Sudoyo, A. W. (2021). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 6. Jakarta: InternaPublishing.
Hidayat, A. A. A. (2021). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia: Penyakit Respiratori dan Pemanfaatan Obat Tradisional. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Muttaqin, A. (2022). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.
Nanda International. (2024). Diagnosis Keperawatan: Definisi & Klasifikasi 2024-2026. Jakarta: EGC.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2023). Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice. St. Louis: Elsevier.
Puspasari, D., dkk. (2022). "Efektivitas Kurkuminoid pada Kunyit (Curcuma longa) sebagai Agen Antiinflamasi dan Mukolitik pada Saluran Napas". Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia, 5(2), 112-120.
World Health Organization (WHO). (2024). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease and Bronchitis Management. Geneva: WHO Press






