ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SMP 23 MEDAN
Abstract
Penelitian ini berisi tentang analisis kemampuan pemecahan masalah pada siswa SMP 23 Medan, menggunakan model problem based learning. Empat kemampuan yang harus disiapkan untuk memenuhi tuntutan dunia, diantaranya adalah kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan kreativitas. Nilai ujian pada mata pelajaran Matematika tahun ajaran 2022-2023 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning kurang memuaskan. Hal tersebut membuktikan bahwa para siswa masih belum paham dengan tahapan-tahapan dalam pengerjaan soal dan para siswa masih belum terbiasa dengan metode Problem Based Learning dalam memecahkan suatu masalah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis kemampuan para siswa ketika menyelesaikan masalah, khsusnya pada soal matematika. Melalui penggunaan model Problem based learning. Metode Penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk menyajikan suatu tanda, fenomena atau kejadian pada masa sekarang. Melalui penelitian deskriptif, Peneliti melakukan deskripsi persitiwa dan kejadian yang mempunyai peran sebagai pusat perhatian. Hasil yang dapat diambil adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa di SMP 23 Medan. Terdapat beberapa tipe kesalahan saat memecahkan masalah dalam pelajaran matematika. 50% kemampuan memahami masalah,22% kemampuan membuat rencana, dan 0% kemampuan menyelesaikian rencana 9% kemampuan mengecek kembali penyelesaian. Terbiasanya siswa dengan pembelajaran konvensional maka mengakibatkan siswa bergantung pada pendidik atau guru kemudian mereka mengalami penurunan untuk memecahkan masalah. Jika guru membiasakan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning maka kemampuan pemecahan masalah siswa akan meningkat dan pembelajaran tidak akan berpusat pada guru.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.