DAMPAK IMPLEMENTASI IFRS 9 TERHADAP PENILAIAN RESIKO KREDIT (PENDEKATAN EMPIRIS DI SEKTOR PERBANKAN

  • martalina situmorang universitas audi indonesia
Keywords: IFRS, Risiko Kredit, Sektor Perbankan

Abstract

Era globalisasi membawa dampak diperlukannya standar akuntansi global yang sama antara semua Negara. Dengan standar yang baik dan tata kelola yang baik, maka diharapkan kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Perusahaan perbankan merupakan perusahaan yang paling banyak aturannya. Hal ini terjadi karena perbankan mengandalkan kepercayaan nasabah terhadap bank, untuk kelangsungan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan standar akuntansi internasional (IFRS) di sektor perbankan Tiga variabel yang dimuat yaitu penerapan IFRS diproksi dengan penerapan PSAK 16 (revisi 2007), Survei dilakukan terhadap 22 bank umum yang aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Unit analisis adalah laporan tahunan emiten bank periode 2007-2011, yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal, Indonesia Capital Market Directory, Bank Indonesia dan Laman Bank. Data sekunder yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif dan verifikatif terhadap tiga hipotesis menggunakan analisa jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan GCG dan ROA perbankan publik di Indonesia, dan penerapan IFRS melalui GCG dapat meningkatkan ROA perbankan publik di Indonesia.

Published
2023-10-26
How to Cite
situmorang, martalina. (2023). DAMPAK IMPLEMENTASI IFRS 9 TERHADAP PENILAIAN RESIKO KREDIT (PENDEKATAN EMPIRIS DI SEKTOR PERBANKAN. JURNAL NERACA, 4(2), 29 -. https://doi.org/https://doi.org/10.62611/jnr.v4i2.326
Section
Articles