KAJIAN HUKUM MENGENAI AHLI WARIS PENGGANTI DALAM HUKUM WARIS ISLAM DAN HUKUM KEWARISAN PERDATA

  • ASRAT NITA WATI Universitas Audi Indonesia
Keywords: Kajian Hukum, Ahli waris pengganti dalam hukum islam dan hukum perdata

Abstract

Dalam hukum perdata di Indonesia masih bersifat pluralisme karena sampai saat ini masih berlaku hukum adat hukum Islam dan hukum barat. Dan tiga sistem hukum tersebut, hukum Islam mempunyai kedudukan tersendiri. Walaupun tidak seluruhnya hukum pertama Islam merupakan hukum positif di Indonesia. Tetapi bidang-bidang penting hukum perdata Islam telah menjadi hukum positif antara lain hukum perkawinan, hukum kewarisan dan hukum perwakafan.

Hukum kewarisan merupakan bagian dari hukum kekeluargaan yang memegang peranan penting, bahkan menentukan hukum kewarisan itu sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia karena terkait dengan harta kekayaan manusia yang satu dengan yang lainnya, seperti kematian atau meninggal dunia adalah peristiwa yang pasti dijalani seseorang karena kematian itu merupakan perjalanan akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.

Jika orang meninggal dunia dikenal dengan pewaris meninggalkan harta kekayaan yang disebut warisan. Hukum yang membahas peralihan tentang harta peninggalan pengurusan dan kelanjutan hak kewajiban seseorang yang meninggal diatur dalam hukum kewarisan. Di dalam sistem hukum perdata yang bersifat pluralisme belum ada unifikasi dalam hukum kewarisan di Indonesia. Sehingga sampai sekarang masih memakai 3(tiga) sistem hukum kewarisan yang sudah ada sejak dahulu yaitu sistem hukum adat, hukum Islam, dan hukum barat. Berdasarkan hal tersebut diatas, yang menjadi permasalahan Bagaimana sistem ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan Islam dan hukum kewarisan KUH Perdata sehingga dengan kajian itu kita akan mengetahui sejauh mana tempat ahli waris dalam kewarisan hukum Islam dengan kewarisan KUH perdata.

Published
2021-08-24