Penyuluhan Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik Di Desa Namorih

  • Fitria . Universitas Audi Indonesia
  • Elsa Nazara Universitas Audi Indonesia
  • Chandra Wijaya Universitas Audi Indonesia
Keywords: Swamedikasi, kosmetik, Makanan/Minuman, PKM

Abstract

Penggunaan  zat  berbahaya  pada  kosmetik  dan makanan/minuman menyebabkan  gangguan kesehatan seperti kulit iritasi, mual dan muntah, sakit kepala, diare hingga gagal ginjal.Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat berswamedikasi sebelum mencari pertolongan ke petugas atau fasilitas kesehatan. Lebih dari  80% Di Desa Namorih berswamedikasi  dengan obat  modern atau  tradisional.  Namun, swamedikasi hanya dapat dilakukan pada penyakit ringan saja oleh karena itu dosen dan mahasiswaSTIFA Pelita mas Palu melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan zat berbahaya  dalam  makanan/minuman, kosmetik  dan dampaknya  bagi  kesehatan  yang  bisa  dilakukan swamedikasi. Hasil  pretest  dan  post  test  diperoleh  32,38  %  dan  80,47  %  serta Hasil  kepuasan  masyarakat terhadap pengabdian yang dilakukan yaitu kepuasan masyarakat terhadap metode penyampaian materi PKM, program  PKM    sesuai  dengan  kebutuhan  Masyarakat, program    PKM  meningkatkan  kemampuan  berpikir, program PKM dapat diaplikasikan masyarakatdan Masyarakat bersedia untuk berpartisipasi/terlibat Kembali,  diperoleh hasil  rata –rata sangat puas 90.83 %,  puas 89.16 %, puas 90 %,  puas 90.83% ,  dan puas 90.83 %

Published
2022-10-25
How to Cite
., F., Nazara, E., & Wijaya, C. (2022). Penyuluhan Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik Di Desa Namorih. JOURNAL HEALTH OF EDUCATION, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.62611/jhe.v2i2.410
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)