Pemanfaatan Tanaman Obat (Biofarmaka) Sebagai Produk Unggulan Masyarakat Desa Namo Rambe

  • Wenny Widia Universitas Audi Indonesia
  • Supriyadi Butar-butar Universitas Audi Indonesia
  • Norberta Niat Natalia Ndruru Universitas Audi Indonesia
Keywords: tanaman obat, biofarmaka, pemberdayaan masyarakat, produk unggulan desa, Namo Rambe

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan tanaman obat (biofarmaka) oleh masyarakat Desa Namo Rambe serta mengeksplorasi peluang pengembangannya sebagai produk unggulan desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara turun-temurun memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari. Beberapa warga telah mengolah tanaman obat menjadi produk sederhana seperti jamu dan minyak gosok, namun pengelolaan masih bersifat tradisional dan belum terstruktur secara kelembagaan. Rendahnya keterlibatan generasi muda serta minimnya pelatihan dan dukungan dari pemerintah desa menjadi hambatan utama dalam pengembangan biofarmaka sebagai komoditas ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, alih pengetahuan, serta penguatan kelembagaan desa guna mendorong biofarmaka sebagai produk unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan

Published
2022-10-25
How to Cite
Widia, W., Butar-butar, S., & Ndruru, N. N. N. (2022). Pemanfaatan Tanaman Obat (Biofarmaka) Sebagai Produk Unggulan Masyarakat Desa Namo Rambe. JOURNAL HEALTH OF EDUCATION, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.62611/jhe.v2i2.408
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>